Search This Blog

Monday, 15 October 2012

8 Cara Meningkatkan Fungsi Otak Kanan



Pernahkah kita (bahkan sering) tidak percaya diri bahwa kita KREATIF? Itu hanyalah anggapan yang justru menenggelamkan kepercayaan diri kita untuk bertindak kreatif! Berpikir dan bertindak kreatif adalah suatu upaya untuk menggunakan otak kanan (hemispher otak sebelah kanan) secara lebih aktif. Selama ini, kebanyakan orang hanya menggunakan otak kiri-nya yang berkaitan dengan bahasa, logika, dan simbol simbol dan diarahkan pada pemikiran linear dan vertical (dari satu kesimpulan logis ke kesimpulan logis lainnya).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBnInH9PKg6iqzGqmoCUFvzJkfwkQO3faYx-nyNofI-XYA3N_ce8pT_wWedmP3n0CVhYZJ7W3wX0nQHVfL5m8Fi6Jpk5oRmnvjkMXduh8suvZTqpP_diXwn2LxfII92kJsB-6M8GfHU94/s1600/otak-kanan-manusia1.gif


Secara lebih seimbang, otak kanan yang berkaitan dengan fungsi-fungsi emosi, intuitif, dan spasial serta bekerja berdasarkan kaleidoskop dan berpikir lateral (mempertimbangkan masalah dari semua sisi dan sampai pada hal yang berbeda) merupakan bagian otak yang berperan penting dalam kreatifitas.

Otak kanan akan menghasilkan pemikiran-pemikiran yang tidak konvensional, tidak sistematis, dan tidak terstruktur. Hal ini tidak berarti hasil pemikiran otak kanan merupakan sesuatu yang sembarangan, namun hasil pemikiran otak kanan berkaitan dengan sesuatu yang baru, yang tidak biasa, dan berbeda dari apa yang ada sebelumnya.
Berikut 8 cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan otak kanan:

1. Selalu bertanya; “Apakah ada cara lain..??” “Dengan begitu, otak kita dipacu untuk mencari alternative-alternatif terbaik!”

2. Menentang kebiasaan, rutinitas, dan tradisi. “nih dia gan,, wajar aja seorang entrepreneur pasti punya latar belakang yang tidak biasa dan menentang tradisi!”

3. Memainkan permainan - permainan mental, berusaha melihat masalah dari berbagai sudut pandang. Ayo gan main rubik! Ngelatih otak n emosi banget tuh!”

4. Menyadari bahwa ada lebih dari 1 jawaban yang benar. “Ini gak boleh dilakukan bagi anak SMA yang sedang ujian pilihan ganda! Karena hanya; PILIHLAH SATU JAWABAN YANG BENAR!”

5. Melihat masalah sebagai batu loncatan untuk menemukan ide-ide baru. “Kalau dapet masalahnya terlalu banayak dan berat, berarti sedang di Uji sama yang DI ATAS! Mending segera tobat n banyak berdo’a deh.. hehe”

6. Melihat kesalahan dan kegagalan sebagai sarana untuk memperoleh keberhasilan. “Jangan dikit - dikit ngeluuuuuuuuh aja kerjaanya! Gak guna!”

7. Menghubungkan ide-ide yang tidak berhubungan untuk menemukan solusi yang baru dan inovatif. “Jangankan menghubungkan ide, ber-ide aja susah.. yang ada juga copas ide!”

8. Memiliki “keteramplian helicopter” yaitu melihat dari atas dan menyeluruh terhadap berbagai hal rutin yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan kemudian mengambil keputusan yang sesuai dengan masalah yang dihadapi.

Wednesday, 3 October 2012

Ruang Lingkup Sejarah


PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP SEJARAH
A.  PENGERTIAN SEJARAH
Secara etimologi atau asal katanya Sejarah diambil dari berbagai macam istilah. Diantaranya:
  • Kata dalam bahasa Arab yaitu syajaratun artinya pohon.
  • Mereka mengenal juga kata syajarah annasab, artinya pohon silsilah.
Pohon dalam hal ini dihubungkan dengan keturunan atau asal usul keluarga raja/ dinasti tertentu. Hal ini dijadikan elemen utama dalam kisah sejarah pada masa awal. Dikatakan sebagai pohon sebab pohon akan terus tumbuh dan berkembang dari tingkat yang sederhana ke tingkat yang lebih komplek/ maju. Sejarah seperti pohon yang terus berkembang dari akar sampai ke ranting yang terkecil.
  • Dalam bahasa Jerman, yaitu Geschichte berarti sesuatu yang telah terjadi.
  • Dalam bahasa Belanda yaitu Geschiedenis, yang berarti terjadi.
  • Dalam bahasa Inggris yaitu History, artinya masa lampau umat manusia.
  • Kata History sebenarnya diturunkan dari bahasa latin dan Yunani yaitu Historia artinya informasi/pencarian, dapat pula diartikan Ilmu. Hal ini menunjukkan bahwa pengkajian sejarah sepenuhnya bergantung kepada penyelidikan terhadap perkara-perkara yang benar-benar pernah terjadi. Istor dalam bahasa Yunani artinya orang pandai Istoria artinya  ilmu yang khusus untuk menelaah gejala-gejala dalam urutan kronologis.
Berdasarkan asal kata tersebut maka sejarah dapat diartikan sebagai sesuatu yang telah terjadi pada waktu lampau dalam kehidupan umat manusia. Sejarah tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia dan bahkan berkembang sesuai dengan perkembangan kehidupan manusia dari tingkat yang sederhana ke tingkat yang lebih maju atau modern.
Berdasarkan bahasa Indonesia, sejarah mengandung 3 pengertian:
1.     Sejarah adalah silsilah atau asal-usul.
2.     Sejarah adalah kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
3.     Sejarah adalah ilmu, pengetahuan, dan cerita pelajaran tentang kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau.
Jadi pengertian sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia.
Berikut pengertian sejarah menurut bebberapa tokoh.
1.     R. Moh. Ali, sejarah adalah ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian-kejadian, dan peristiwa yang merupakan realitas masa lalu.
2.     Ibnu Kholdun, sejarah adalah pengalaman yang nyata atau empiris.
3.     R.G. Colingwood, sejarah adalah ilmu yang mempelajari alam pikiran dan pengalaman-pengalaman manusia di mana sejarah itu bersifat unik, langsung dan dekat.
4.     Beneditto Croce, sejarah adalah cerita yang menggambarkan suatu pikiran yang hidup tentang masas lalu.
5.     Kuntowijoyo, sejarah adalah kontruksi masa lalu tentang apa saja yang sudah dipirkan, dikatakan, dikerjakan, dan dialami seseorang. Sejarah adalah ilmu yang menuliskan pikiran pelaku, ilmu tentang sesuatu yang memiliki makna soisal, ilmu tentang manusia, dan ilmu tentang waktu yang meliputi perkembangan, kesinambungan pengulangan, serta perubahan.
B. SEJARAH SEBAGAI ILMU MASA LAMPAU
Sejarah akan senantiasa membahas masyarakat dari segi waktu. Karena itu sejarah dapat dikatakan sebagai ilmu tentang waktu. Sebagai ilmu tentang masa lampau (sesuatu yang sudah terjadi), berarti sejarah itu ilmu empiris.
Dalam memahami sejarah sebagai ilmu, untuk memudahkan memberikan pemahaman, maka ada tiga pengertian tentang sejarah itu sendiri.
1.     Sejarah sebagai peristiwa
berarti suatu kejadian di masa lampau, atau sesuatu yang sudah terjadi, dan hanya sekali terjadi (einmalig), tidak bisa diulang. Peristiwa yang bersifat absolute dan objektif.
1.     Sejarah sebagai Kisah
Sejarah sebagai hasil rekontruksi dari suatu peristiwa oleh para sejarawan. untuk mewujudkan sejarah sebagai kisah maka disusunlah fakta-fakta yang diperoleh atau dirumuskan dari sumber sejarah untuk dilakukan proses rekontruksi dengan metode dan metodologi sejarah.
1.     Sejarah sebagai ilmu.
Sejarah sebagai ilmu sudah bersifat empiris, memiliki objek, tujuan dan memiliki metode. Dengan penjelasan sebagai berikut.
1)    empiris, ilmu sejarah melakukan kajian atau peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi pada masa lampau.
2)    objek, objek dari penulisan sejarah adalah perubahan atau perkembangan aktivitas manusia. Karena objeknya terkait manusia, maka ilmu sejarah dimasukkan dalam ranah ilmu-ilmu humaniora.
3)    teori, sejarah memiliki teori atau yang disebut sebagai filsafat sejarah kritis.
4)    generalisasi, dalam setiap stusi dari suatu ilmu kemudian ditarik suatu kesimpulan. Kesimpulan tersebut biasanya kesimpulan umum atau general. Kesimpulan dari ilmu sejarah adalah kesimpulan yang lebih mendekati pola-pola atau kecenderungan dari suatu peritiwa. Kesimpulan sejarah tidak bisa diakui sebagai kebenaran dimana-mana. Tetapi kesimpulan sejarah sebagai koreksi atas kesimpulan ilmu lainnya haruslah dimiliki untuk berlaku hati-hati adalam penelitian dan menarik suatu kesimpulan.
d. Sejarah sebagai seni
Sejarawan tidak bisa sembarangan menghadirkan peristiwa sejarah sebagai kisah sejarah. Kisah sejarawan akan memiliki daya tarik tersendiri apabila sejarawan memiliki intuisi, imajinatif, emosi dan gaya bahasa yang baik. Intuisi diperlukan oleh sejarawan saat memilih topik hingga merangkai seluruh fakta menjadi sebuah kisah. Imajinatif sejarawan digunakan untuk menyususun fakta-fakta sejarah yang berhasil ditemukan agar menjadi utuh dan bulat sehingga mudah dipahami. Kontruksi atau gambaran sejarawan tentang sebuah peristiwa jelas tidak bisa sama persis dengan peristiwa yang sebenarnya sehingga sejarawan membutuhkan imajinatif untuk merangkai fakata-fakta sejarah yang sudah tersedia. Oleh Karena itu, sejarawan memiliki emosi untuk menyatukan perasaan dengan objeknya agar para pembaca seolah-olah terlibat langsung dengan suatu peristiwa sejarah. Akhirnya, seluruh pengisahan sejarah harus didukung dengan penggunaan gaya bahasa yang lugas dan hidup.
C. PERIODISASI, KRONOLOGI, dan KRONIK.
1. Periodisasi
Periodisasi merupakan pembabakan waktu dalam sejarah berdasarkan dimensi ruang, waktu dan tema-tema tertentu. Rentang waktu yang panjang menjadikan perjalanan sejarah mengalami beberapa perubahan. Periodisasi biasanya didasari atas  suatu momentum tertentu.
Pembabakan periodisasi sejarah Indonesia adalah sebagai berikut:
1.     Zaman Pra-aksara.
2.     Zaman Hindu-Budha.
3.     Zaman Islam.
4.     Zaman Kolonial Belanda.
5.     Zaman Pendudukan Jepang.
6.     Zaman Kontemporere (Revolusi Kemerdekaan hingga saat ini).
Periodisasi pun berkembang berdasarkan pendapat seperti Prof. Dr. Soekanto dan Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo.
2. Kronologi
Kronologi adalah urutan peristiwa yang dimualai dari peristiwa yang paling awal terjadi sampai yang terakhir berakhir. Kata kronologi bersal dari kata chronos (waktu) dan logos (ilmu) yang berasal dari kata Yunani. Jadi secara harfiah kronologi bisa diartikan sebagai ilmu tentang waktu. Kronologi bisa disusun berdasarkan hari kejadian atau tahun terjadinya suatu peristiwa sejarah.
3. Kronik
Kronik adalah catatan-catatan kejadian secara singkat dari waktu ke waktu secara berurutan. Kronik terikat pada waktu, bukan sumber. Kronik adalah bentuk sejarah, tetapi mati Karen ahanya urutan-urutan tanggal dan peristiwa tanpa adanya penjelasan. Hal ini berbeda dengan kronologi yang terdapat deskripsi suatu peristiowa sejarah walaupun hanya singkat.
D. MANFAAT BELAJAR SEJARAH
Sejarah yang diartikan sebagai gambaran tentang peristiwa-peristiwa masa lamapau yang dialami oleh manusia, disusun secara ilmiah, meliputi kurun waktu tertentu, diberi tafsiran, dan dianalisis secara kritis sehingga mudah dimengerti dan dimengerti sehingga memiliki manfaat berupa. Menurut Kuntowijoyo keguanaan sejarah dibagi menjadi dua yaitu guna intrinsic dan guna ekstrinsik.
D.1 Guna Intrinsik
Guna intrinsik, yakni kegunaan dari dalam yang Nampak terkait dengan keilmuan dan pembinaan profesi kesejarahan. Guna intrinsik sejarah sebagai berikut
1.     Sejarah sebagai ilmu.
2.     Sejarah sebagai cara mengetahui masa lampau
3.     Sejarah sebagai pernyataan pendapat.
4.     Sejarah sebagai profesi.
D.2 guna Ekstrinsik.
Guna ekstrinsik terkait dengan proses penanaman nilai dan proses pendidikan. Guna Ekstrinsik meliputi.
1.     Sejarah sebagai pendidikan moral.
2.     Sejarah sebagai pendidikan penalaran.
3.     Sejarah sebagai pendidikan politik.
4.     Sejarah sebagai pendidikan kebijakan.
5.     Sejarah sebagai pendidikan perubahan.
6.     Sejarah sebagai pendidikan masa depan.
7.     Sejarah sebagai pendidikan keindahan.
8.     Sejarah sebagai ilmu bantu.
Berkaitan dengan fungsi ekstrinsik tersebut, Nugroho Notosusanto menjelakan empat fungsi atau guna sejarah yaitu: fungsi rekretaif, inspiratif, instruktif dan edukatif.
1.     Fungsi rekreatif
Ketika seseorang membaca narasi sejarah dan isinya mengandung hal-hal yang terkait dengan keindahan, romantisisme, maka akan melahirkan kesenangan estetis. Tanpa bernajak dari tempat duduk, seseorang yang mempelajari sejarah dapat menimati bagaimana kondisi suatu masa pada masa lampau. Jadi seolah-olah seseorang tadi sedang berekreasi ke suasana yang lampau.
1.     Fungsi inspiratif
Dengan mempelajari sejarah akan dapat mengembangkan inspiratif, imajinatif dan kretivitas generasi yang hidup sekarang dalam rangka hidup berbangsa dan bernegara. Fungsi inspiratif juga dapat dikaitkan dengan pendidikan moral. Sebab setelah belajar sejarah seseorang dapat mengembangkan inspirasi dan berdasarkan keyakinannya dalam menerima atau menolak nila yang terkandung dalam suatu peristiwa sejarah.
1.     Fungsi instruktif
Maksud fungsi intrukstif adalah sejarah sebagai alat bantu dalam proses suatu pembelajaran. Sejarah berperan sebagai upaya penyampaian pengetahuan dan ketrampilan kepada orang lain.
1.     Fungsi edukatif
Belajar sejarah sebenarnya dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan keseharian bagi setiap manusia. Sejarah mengajarkan tentang contoh yang sudah terjadi agar seseorang menjadi arif, sebagai petunjuk dalam berperilaku.

Saturday, 29 September 2012

Irregular Verb


Irregular verb
Regular verbs, yang dalam bahasa Indonesia disebut “Kata Kerja Beraturan“, adalah kata-kata kerja dimana bentuk verb1 ke verb2 atau ke verb3  berubah dengan menambahkan imbuhan -ed, atau hanya dengan menambahkan imbuhan -d saja jika verb-nya diakhiri dengan huruf e. Misalnya: dare – dared – dared (berani, lancang); encourage  – encouraged – encouraged (mendorong/memicu semangat), dst.
Sebaliknya, irregular verbs (Kata Kerja Tidak Beraturan) adalah kata-kata kerja yang perubahan dari verb1 ke verb2 atau ke verb3  tidak dengan menambahkan imbuhan -ed, atau -d. Kata-kata kerja ini berubah secara tidak beraturan.
Mengingat jumlah kata kerja sangat banyak dan sebagian besar merupakan regular verbs, maka yang perlu dihafalkan adalah irregular verbs. Kata-kata dalam tabel berikut adalah common irregular verbs atau kata kerja tidak beraturan yang sering digunakan baik dalam speaking maupun writing.
Verb1
Verb2
Verb3
arise
arose
arisen
awake
awoke
awaken
be
be
been
is
was
been
am
was
been
are
were
been
become
became
become
begin
began
begun
blow
blew
blown
break
broke
broken
bring
brought
brought
build
built
built
burst
burst
burst
buy
bought
bought
catch
caught
caught
choose
chose
chosen
come
came
come
cut
cut
cut
deal
dealt
dealt
do
did
done
drink
drank
drunk
drive
drove
driven
eat
ate
eaten
fall
fell
fallen
feed
fed
fed
feel
felt
felt
fight
fought
fought
find
found
found
fit
fit
fit
fly
flew
flown
forbid
forbade
forbidden
forget
forgot
forgotten
forgive
forgave
forgiven
freeze
froze
frozen
get
got
got, gotten
give
gave
given
go
went
gone
grow
grew
grown
have
had
had
hear
heard
heard
hide
hid
hidden
hit
hit
hit
hold
held
held
hurt
hurt
hurt
keep
kept
kept
know
knew
known
lay
laid
laid
lead
led
led
leave
left
left
let
let
let
lie
lay
lain
lose
lost
lost
make
made
made
meet
met
met
pay
paid
paid
quit
quit
quit
read
read
read
ride
rode
ridden
ring
rang
rung
rise
rose
risen
run
ran
run
say
said
said
see
saw
seen
seek
sought
sought
sell
sold
sold
send
sent
sent
set
set
set
shake
shook
shaken
shine
shone
shone
sing
sang
sung
sit
sat
sat
sleep
slept
slept
speak
spoke
spoken
spend
spent
spent
spring
sprang
sprung
stand
stood
stood
steal
stole
stolen
swim
swam
swum
swing
swung
swung
take
took
taken
teach
taught
taught
tear
tore
torn
tell
told
told
think
thought
thought
throw
threw
thrown
understand
understood
understood
wake
woke
woken
wear
wore
worn
win
won
won
write
wrote
written